”Sukri! Jaga mulutmu. Kau ini apa-apaan. Pemuda tanpa modal. Jangan kau permainkan anakku. Apa yang telah kau beri kepadanya sebagai rasa kasih dan cintamu? Datang hampir tiap malam dengan janji-janji. Jangan kau memberi harapan-harapan yang tidak pasti kepada kami. Pergi kau! Biarkan anakku mencari jodoh yang lebih sempurna daripada kau.” “Orang tua terkutuk! Mata duitan. Apa bedanya kamu dengan orang lain kalau kau berpikir seperti itu? Anakmu akan kau jual belikan?” “Sukri! Sumarni adalah anakku. Berhak memilih yang terbaik untuknya.” “Apakah kau telah menganggap pemuda itu cukup baik?” “Dia punya skuter. Dia punya modal untuk anakku, dan kau? Hanya janji-janji yang tidak terbukti.” “Kalau begitu, kau adalah orangtua yang memandang benda-benda.”“Semua orang tua akan bersikap begitu untuk kebahagiaan anak gadisnya.” “Tidak semua.” “Kalau begitu, aku tidak termasuk orangtua yang kamu harapkan.” Sukri Membawa Pisau Belati karya Hamsad Rangkuti. Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah?

”Sukri! Jaga mulutmu. Kau ini apa-apaan. Pemuda tanpa modal. Jangan kau permainkan anakku. Apa yang telah kau beri kepadanya sebagai rasa kasih dan cintamu? Datang hampir tiap malam dengan janji-janji. Jangan kau memberi harapan-harapan yang tidak pasti kepada kami. Pergi kau! Biarkan anakku mencari jodoh yang lebih sempurna daripada kau.” “Orang tua terkutuk! Mata duitan. Apa bedanya kamu dengan orang lain kalau kau berpikir seperti itu? Anakmu akan kau jual belikan?” “Sukri! Sumarni adalah anakku. Berhak memilih yang terbaik untuknya.” “Apakah kau telah menganggap pemuda itu cukup baik?” “Dia punya skuter. Dia punya modal untuk anakku, dan kau? Hanya janji-janji yang tidak terbukti.” “Kalau begitu, kau adalah orangtua yang memandang benda-benda.”“Semua orang tua akan bersikap begitu untuk kebahagiaan anak gadisnya.” “Tidak semua.” “Kalau begitu, aku tidak termasuk orangtua yang kamu harapkan.” Sukri Membawa Pisau Belati karya Hamsad Rangkuti. Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah?

  1. Penolakan cinta seorang pemuda terhadap seorang gadis yang dicintaiinya.
  2. Penolakan orangtua terhadap lamaran pemuda bernama Sukri.
  3. Perasaan marah Sukri kepada orang tua Sumani karena dirinya dihina.
  4. Sikap orangtua yang ingin membahagiakan anaknya dengan orang kaya.
  5. Pengharapan orangtua terhadap seorang pemuda kekasih anaknya.

Jawaban: D. Sikap orangtua yang ingin membahagiakan anaknya dengan orang kaya..

Dilansir dari Ensiklopedia, ”sukri! jaga mulutmu. kau ini apa-apaan. pemuda tanpa modal. jangan kau permainkan anakku. apa yang telah kau beri kepadanya sebagai rasa kasih dan cintamu datang hampir tiap malam dengan janji-janji. jangan kau memberi harapan-harapan yang tidak pasti kepada kami. pergi kau! biarkan anakku mencari jodoh yang lebih sempurna daripada kau.” “orang tua terkutuk! mata duitan. apa bedanya kamu dengan orang lain kalau kau berpikir seperti itu anakmu akan kau jual belikan” “sukri! sumarni adalah anakku. berhak memilih yang terbaik untuknya.” “apakah kau telah menganggap pemuda itu cukup baik” “dia punya skuter. dia punya modal untuk anakku, dan kau hanya janji-janji yang tidak terbukti.” “kalau begitu, kau adalah orangtua yang memandang benda-benda.”“semua orang tua akan bersikap begitu untuk kebahagiaan anak gadisnya.” “tidak semua.” “kalau begitu, aku tidak termasuk orangtua yang kamu harapkan.” sukri membawa pisau belati karya hamsad rangkuti. konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah sikap orangtua yang ingin membahagiakan anaknya dengan orang kaya..

web temakuis

Leave a Comment