Sikap Tenggang Rasa Dalam Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara

Posted on
5 (100%) 1 vote

Sikap Tenggang Rasa Dalam Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara


Mengembangkan sikap tenggang rasa adalah menumbuh kembangkan sikap untuk dapa menghargai dan menghormati perasaan orang lain, serta dapat menempatkan diri pada situasi yang dialami orang lain sehingga dapat merasakannya. Pentingnya tenggang rasa antarumat beragama, di antaranya
  1. saling menghormati dan saling menghargai antarumat beragama;
  2. menghormati orang yang menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing masing; dan
  3. tidak memaksakan agama tertentu kepada orang lain.
Di dalam mengembangkan sikap tenggang rasa, kita harus menghindari sikap-sikap yang buruk berikut ini.


  1. Sikap fanatik sempit, yaitu sifat merasa din paling benar dalam beragama, sedangkan orang lain dianggap semua salah.
  2. Sikap individual, yaitu sikap yang hanya mementingkan din sendini.
  3. Sikap ekstremisine, yaitu suatu golongan atau kelompok yang berusaha untuk menggantikan dan menggulingkan pemerintah dan negara yang sah melalui cara-cara yang tidak konstitusional. Kelompok ini dibagi menjadi dua, yaitu
    (a). ekstrem kiri adalah bahaya laten komunis yang selalu mengancam keutuhan bangsa dan Negara berdasarkan Pancasila dan ULID 1945;
    (b). ekst rem kanan adalah kelompok yang rnenyalahgunakan ajaran agama untuk kelompok golongannya.
  4. Sikap eksklusivis,ne, yaitu sikap mernisahkan diri dan kehidupan sosial bersama karena
perbedaan agama atau paham, atau membuat kelompok sendiri tanpa mau berhubungan dengan kelompok lain. Misalnya, di kota-kota besar, orang-orang kaya cenderung hidup berlebihan/mewah dan tidak menjalin kebersamaan dengan lingkungan masyarakat sekitarnya.
Sumber Pustaka: Tiga Serangkai