Prinsip Musyawarah Mufakat Dan Cirinya

Posted on
Rate this post

Prinsip Musyawarah Mufakat Dan Cirinya


Inti demokrasi Pancasila adalah sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dengan dijiwai sila-sila lainnya.

Adapun jenis demokrasi dalam penerapannya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu demokrasi Iangsung dan demokrasi tidak langsung.
  1. Demokrasi langsung adalah rakyat bersama-sarna dikumpulkan dan diajak bermusyawarah dalam suatu rapat untuk mengambil suatu keputusan.
  2. Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan, yaitu rakyat menyerahkan kedaulatannya kepada suatu badan yang anggota-anggotanya dipilih oleh rakyat.



Pangkal tolak pelaksanaan demokrasi Pancasila adalah asas kekeluargaan dan asas gotong royong. Prinsip musyawarah mufakat adalah bahwa pembahasan untuk menyatukan pendapat bersama dalam mencapai kesepakatan bersama dijiwai oleh kasih sayang dan pengorbanan masing-masing demi kepentingan bersama.

Negara Indonesia rnelaksanakan demokrasi Pancasila, yaitu demokrasi yang bersumberkan keprbadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia. Intinya adalah sila keempat yang dijiwai sila-sila Jainnya. Pangkal tolak pelaksanaan demokrasi Pancasila adalah asas kekeluargaan dan gotong royong. Dasarnya adalah musyawarah untuk mencapai mufakat dengan tidak memaksakan kehendak kepada siapapun.

Nilai lebih dernokrasi Pancasila adalah adanya penghargaan terhadap hak asasi manusia dan hak-hak minoritas tidak akan diabaikan. Oleh karena itu, dalam demokrasi Pancasila tidak mengenal dominasi mayoritas ataupun tirani minoritas. Nilai lebih musyawarah untuk mufakat adalah bahwa pembahasan masalah dilaksanakan dengan mengernbangkan rasa saling menghormati, tidak saling mencurigai, dan berprasangka buruk.

Ciri-Ciri Musyawarah Mufakat

Ciri-ciri musyawarah mufakat, antara lain:
  1. pembicaraan harus dapat diterima dengan akal sehat dan sesuai hati nurani;
  2. sesuai dengan kepentingan bersama;
  3. dalam proses musyawarah pertimbangan moral lebih diutamakan dan bersumber dan hati nurani yang luhur;
  4. usul yang disampaikan mudah dipahami dan tidak memberatkan rakyat.
Keputusan hasil musyawarah akan mempunyai kelebihan, yaitu hasil kep utusan lebih bermutu tinggi, dapat diterima orang banyak, mampu menampung aspirasi orang banyak, dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Manfaat bermusyawarah, antara lain masalah sulit akan mudah dipecahkan, masalah berat akan menjadi ringan, dapat men
ingkatkan rasa kekeluargaan, serta memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa.

Pelaksanaan musyawarah dapat mencapai mufakat bila ada usaha untuk memadukan berbagai pendapat yang berbeda, kemudian dicari pemecahannya. Pemecahan mi akan menghasilkan keputusan bersama. Keputusan bersama dapat tercapai, apabila peserta musyawarah menggunakan akal sehat dan hati nurani yang luhur, beriktikad baik, bersikap jujur, saling menhargai pendapat orang lain, serta diliputi semangat kekeluargaan. Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah mufakat sangat penting, hal ini untuk menghindari adanya perselisihan di antara peserta musyawarah.
Sumber Pustaka: Tiga Serangkai