Definisi Perubahan Permintaan Dan Dakktornya Dalam Ilmu Ekonomi

Posted on
Rate this post

Perubahan Permintaan Dalam Ilmu Ekonomi


Dalam hukum permintaan disebutkan adanya ceteris paribus (faktor-faktor lain tetap atau konstan). Namun adakalanya, faktor lain ini mengalami perubahan. Perubahan faktor lain ini tentu menimbulkan perubahan permintaan. Apa saja factor yang bisa menimbulkan perubahan permintaan? Jawabnya adalah sebagai berikut.

Perubahan pendapatan konsumen

Berikut ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

Mula-mula kurva permintaan adalah DD. Pada harga (P) jumlah barang yang diminta adalah q. Jika tingkat pendapatan naik, maka kurva permintaan bergeser dan DD menjadi D2D2, meskipun harga tetap setinggi P, tetapi jumlah barang yang diminta naik sebanyak q – q2. Pergeseran kurva DD menjadi D2D2 inilah yang dinamakan pertambahan permintaan, sedangkan perubahan q – q2 dinamakan pertambahan jumlah barang yang diminta.



Demikian sebaliknya, bila kurva DD bergeser menjadi D1D1 berarti permintaan berkurang. Kecuali faktor pendapatan, maka semua factor yang lain semula dianggap ceteris paribus, jika terjadi perubahan akan terjadi pertambahan barang yang diminta.

Perubahan harga barang yang berkaitan

Kaitan suatu barang tertentu dengan barang lainnya bisa secara substitusi atau komplemen. Dua barang dikatakan bersubstitusi jika peningkatan harga barang pertama akan menaikkan permintaan barang kedua yang menjadi substitusinya.

Contoh, jika kita misalkan Coca-Cola dapat disubstitusi oleh Pepsi-Cola, maka bila harga Coca- Cola mengalami kenaikan, permintaan terhadap Pepsi-Cola akan meningkat karena harga Pepsi-Cola jauh lebih murah dan Coca-Cola.

Perubahan Selera

Bila selera masyarakat terhadap kendaraan roda empat produkJepang tinggi, maka permintaan akan kendaraan produk Jepang akan tinggi.

Perubahan intensitas kebutuhan

Terhadap barang yang mempunyai intensitas kebutuhan yang tinggi, maka permintaannya lebih tinggi dibandingkan barang-barang lainnya.

Di daerah korban banjir kebutuhan akan pangan dan perumahan intensitasnya sangat tinggi dibandingkan barang-barang lainnya. Oleh karena itu, permintaan terhadap makanan dan perumahan sangat tinggi.


Suatu keadaan dimana masyarakat umumnya menduga-duga bahwa masa yang akan datang akan terjadi kenaikan harga akibat kebijakan-kebijakan pemerintah, seperti yang pernah terj adi ketika pemerintah baru mengumumkan akan dinaikkannya harga bahan bakar minyak, maka masyarakat secara serta merta meningkatkan permintaannya terhadap barang kebutuhan pokok sampai pada perbuatan penimbunan barang karena diperkirakan semua harga-harga barang kebutuhan akan ikut naik di masa yang akan datang.
Sumber Pustaka: Yudhistira