Hukum Penawaran Dan Perubahan Penawaran Dalam Ilmu Ekonomi

Posted on
Rate this post

Hukum Penawaran Dan Perubahan Penawaran


Hukum penawaran menyatakan hubungan antara harga barang/jasa dengan jumlah yang ditawarkan positif. Artinya, bila harga naik, maka jumlah yang ditawarkan juga naik. Demikian pula sebaliknya jika harga turun maka jumlah yang ditawarkan juga mengalami penurunan. Bisakah kini menerangkan hukum penawaran ini? Mengapa barang yang ditawarkan lebih banyak saat harganya naik? 

Tentu saja bisa. Pada dasarnya produsen adalah logis dan berusaha memaksimalkan keuntungan. Produsen beralasan bahwa jika harga naik, sedangkan faktor lain konstan, maka produsen menjadi lebih mau untuk menawarkan barang dalam jumlah yang lebih banyak karena dengan demikian akan memberikan keuntungan lebih banyak. Demikian juga sebaliknya.

Perubahan Penawaran

  • Perubahan Biaya Produksi
Biaya produksi menentukan harga pokok barang yang diproduksi. Dengan demikian, bila biaya produksi berubah (misalnya meningkat) produsen akan mengurangi jumlah penawaran. Jika biaya produksi turun, maka akan semakin banyak barang atau jasa yang ditawarkan sehingga kurva penawaran akan bergeser ke kanan atau ke bawah (dalam gambar ke S1 S1). Demikian pula jika terjadi sebaliknya, kurva penawaran akan bergeser ke 2 S2 bila biaya produksi meningkat jumlah produksi berkurang sehingga barang atau jasa yang ditawarkan akan berkurang.


  • Teknologi yang Digunakan
Teknologi yang digunakan dalam produksi semula dimaksudkan agar terjadi efisiensi dalam produksi. Semakin modern teknologi yang digunakan produksi semakin efisien. Artinya, semakin modern teknologi yang digunakan, baik kualitas maupun kuantitas produksi semakin meningkat dengan biaya produksi yang semakin dapat ditekan. Oleh karena itu, kemajuan teknologi dapat mempengaruhi besar-kecilnya penawaran.
  • Harapan Mendapatkan Laba
Besar-kecilnya laba yang diinginkan oleh penjual/produsen akan mempengaruhi besar-kecilnya harga jual barang kepada konsumen. Besar-kecilnya harga jual akan berpengaruh terhadap besar-kecilnya jumlah barang yang ditawarkan.
  • Harapan Masa yang akan Datang (Expectation)
Ketika produsen tahu bahwa barang yang diproduksinya merupakan salah satu barang yang mulai langka maka tindakan produsen adalah menahan barang sampai diharapkan harga akan naik terus dan kelak produsen akan mendapatkan laba yang besar. Tindakan demikian dalam etika bisnis tidak diperkenankan karenasama dengan tindakan penimbunan barang yang akan merugikan rakyat banyak sehingga dikhawatirkan konsumen tidak akan senang terhadap barang tersebut dan beralih kepada barang lain (barang substitusi).
Sumber Psutaka: Yudhistira