Kegunaan Sosiologi Dalam Perencanaan Sosial

Posted on
3.7 (73.33%) 3 votes

Kegunaan Sosiologi Dalam Perencanaan Sosial

Perencanaan sosial adalah suatu kegiatan untuk mempersiapkan masa depan secara ilmiah. Maksudnya untuk mengatasi kemungkinan timbulnya masalah. Perencanaan sosial lebih bersifat preventif karena kegiatannya memberi pengarahan dan bimbingan sosial mengenai cara-cara hidup masyarakat yang baik. Pada masa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti sekarang in tidak sedikit kemungkinan dapat mempengaruhi kehidupan manusia, baik yang positif maupun negatif.

Sosiologi Dalam Perencanaan Sosial Menurut Ahli

Menurut Ogburn dan Nimkoff, suatu perencanaan sosial yang baik dan efektif adalah sebagai berikut.
  1. Adanya unsur modern dalam masyarakat yang mencakup suatu sistem ekonomi yang telah menggunakan uang, urbanisasi yang teratur, inteligensia di bidang teknik dan ilmu pengetahuan, dan sistem administrasi yang baik.
  2. Adanya sistem pengumpulan keterangan dan analisis yang baik.
  3. Terdapatnya sikap publik yang baik terhadap usaha-usaha perencanaan sosial tersebut.
  4. Adanya pemimpin ekonomi dan politik yang progresif.


Di samping itu, Soerjono Soekanto menambahkan bahwa suatu konsentrasi wewenang juga diperlukan untuk merumuskan dan menjalankan perencanaan, supaya perencanaan tidak terseret oleh perubahan akibat tekanan atau kepentingan golongan yang mapan dalam masyarakat. Perencanaan demikian, dilakukan secara realistis di bawah pimpinan kelompok perencana yang berwibawa dan mengerti apa yang diharapkan masyarakat. Tugas-tugas yang demikian dikuasai oleh para ahli sosiologi.

Kebijaksanaan itu sangat erat hubungannya dengan unsure-unsur seperti nilai, norma, sikap, serta peranan sosial sehingga masyarakat bekerja sama dalam rangka meningkatkan taraf kehidupan. Memberik Menurut Mayor Polak (1919) yang memusatkan ka perhatiannya pada pedesaan, sosiologi diterapkan dalam kebijaksanaan pada perubahan-perubahan sosial berikut.
  1. Mengharapkan penduduk desa mengerti akan kebutuhannya.
  2. Membangkitkan hasrat dan kepercayaan penduduk desa bahwa mereka dapat memperbaiki nasib dengan hidup bergotong royoilg.
  3. Untuk mengadakan pembangunan, penduduk desa perlu diberi bantuan modal dan penyuluhan.
Adanya potensi, disiplin, dan kegiatan masyarakat yang dapat dikoordinasi oleh para ahli sosiologi, dengan anjuran seperti yang ada dalam perencanaan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah memahami adanya perubahan atau pembangunan. Dengan anjuran-anjuran yang direncanakan secara sukarela, masyarakat akan merasa terlibat. Kegunaan sosiologi dalam perencanaan sosial antara lain:
  1. Sosiologi mengkaji perkembangan kebudayaan masyarakat dan taraf tradisional sampai pada taraf modern. Dengan demikian, dalam memasyarakatkan perencanaan sosial akan relatif mudah dilaksanakan.
  2. Sosiologi mengkaji hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hubungan antargolongan dalam masyarakat, dan mempelajari proses perubahan dalam masyarakat. Oleh karena itu, cara kerja sosiologi mengenai rancangan terhadap masa depan relatif lebih dapat dipercaya.
  3. Sosiologi merupakan disiplin ilmu yang objektif sehingga pelaksanaan perencanaan sosial diharapkan lebih sedikit penyimpangannya.
  4. Perencanaan sosial secara sosiologis merupakan alat untuk mengetahui perkembangan kehidupan masyarakat. Dengan demikian, perencanaan tersebut bermanfaat dalam menghimpun kekuatansosial sehingga dapat menciptakan ketertiban masyarakat.
  5. Dengan berpikir secara sosiologis dapat diketahui keterbelakangan serta kemajuarl masyarakat dalam bidang kebudayaan, yaitu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, diharapkan dapat menyesuaikan dengan pertumbuhan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada.
Sumber Pustaka: Bumi Aksara