Kegunaan Sejarah Dalam Kehidupan Masyarakat Lengkap

Posted on
4 (80%) 2 votes

Kegunaan Sejarah Dalam Kehidupan Masyarakat


Sebagai sebuah kisah, sejarah menyajikan sesuatu yang benar-benar terjadi. Cerita sejarah disusun berdasarkan sumber-sumber, fakta-fakta, dan bukti-bukti berupa peninggalan-peninggalan sejarah hasil perbuatan-perbuatan manusia. Setiap individu, masyarakat dan bangsa dipermukaan bumi ini memiliki sejarahnya sendiri-sendiri. Proses sejarah memberikan pengalaman, pelajaran, dan pemantapan kepribadian bagi seorang individu, bagi suatu masyarakat dan bangsa. Selanjutnya, dapat diuraikan manfaat-manfaat mempelajari sejarah sebagai berikut.

Memberikan Kesadaran Waktu

Kesadaran waktu yang dimaksud adalah kehidupan dengan segala perubahan, pertumbuhan, dan perkembangannya terus berjalan melewati waktu. Kesadaran itu dikenal juga sebagai kesadaran akan adanya gerak sejarah. Kesadaran tersebut memandang peristiwa-peristiwa sejarah sebagai sesuatu yang terus bergerak dan masa silam bermuara ke masa kini dan berlanjut kemasa depan. Waktu terus berjalan pada saat seorang atau suatu bangsa mulai menjadi tua dan digantikan oleh generasi berikutnya. Bahkan waktu terus berjalan pada saat seseorang atau suatu bangsa hanya bersenang-senang dan bermalas-malasan, atau sebaliknya, seseorang atau suatu bangsa sedang membuat karya-karya besar. Dengan memiliki kesadaran sejarah yang baik, seseorang akan senantiasa berupaya mengukir sejarah kehidupannya sebaik-baiknya.

Memberikan Pelajaran yang Baik

Dengan mempelajari sejarah seseorang atau suatu bangsa akan bercermin dan menilai peristiwa-peristiwa mana yang merupakan prestasi dan peristiwa-peristiwa mana yang merupakan kegagalan. Peristiwa-peristiwa sejarah pada masa lalu, baik yang positif maupun negatif dijadikan hikmah agar kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi tidak terulang lagi. Misalnya : Pada tahun 1949 -1950 bangsa Indonesia menerapkan bentuk pemerintahan federal (RIS) sebagai hasil kesepakatan KMB. Akan tetapi, bentuk pemerintahan seperti ini gagal diterapkan di Indonesia. Demikian halnya pada 1950 -1959.



Indonesia menerapkan sistem pemerintahan liberal-parlementer berdasarkan UUDS 1950, juga mengalami kegagalan. Pada masa demokrasi terpimpin bangsa Indonesia tidak konsisten dengan garis politik bebas-aktif dan cenderung condong ke Blok Timur.  Akibatnya timbullah tragedi peristiwa Gerakan 30 September. Setelah peristiwa tersebut, muncullah pemerintahan Orde Baru yang menggantikan pemerintahan sebelumnya, namun kehidupan pada masa pemerintahan Orde Baru banyak diwarnai oleh kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) sehingga melahirkan gerakan reformasi yang dimotori oleh mahasiswa. Gerakan tersebut akhirnya menumbangkan pemerintahan Orde Baru. Dengan pengalaman sejarah tersebut tentunya kita tidak ingin rnengalami kegagalan yang
sama.

Memperkokoh Rasa Kebangsaan (Nasionalisme)

Suatu bangsa adalah suatu kelompok sosial yang ditinjau dan berbagai segi memiliki banyak perbedaan. Terbentuknya suatu bangsa disebabkan adanya kesamaan sejarah besar di masa lampau dan adanya kesamaan keinginan untuk membuat sejarah besar bersama di masa yang akan datang. Sebagai contoh Bangsa Indonesia sejak zaman prasejarah telah memiliki kesamaan sejarah. Kemudian memiliki zaman keemasaƱ pada zaman Sriwijaya, Mataram Hindu- Buddha, dan Majapahit. Setelah itu bangsa Indonesia berada zaman penjajahan selama ratusan tahun. Perjalanan sejarah bangsa Indonesia tersebut menjadi ingatan kolektif yang dapat menimbulkan rasa solidaritas dan mempertebal semangat kebangsaan.

Memberikan Ketegasan Identitas Nasional dan Kepribadian

Suatu Bangsa Kepribadian dan identitas nasional suatu bangsa terbentuk dan keseluruhan pengalaman sejarah suatu bangsa tersebut. Karena setiap bangsa memiliki pengalaman sejarah yang berbeda-beda, maka kepribadian suatu bangsa akan berbeda-beda pula. Oleh karena itulah, kepribadian seseorang atau suatu bangsa seringkali dikatakan unik atau khas. Dengan mempelajari sejarah akan lebih memperjelas identitas nasional dan kepribadian suatu bangsa. David Gordon berpendapat bahwa sejarah merupakan pengalaman kolektif suatu bangsa pada masa lalu. Apa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang diidealkan sebagai pahlawan menjadi sumber identitas dengan memberikan makna untuk menentukan nasib perjalanan sejarah bangsanya.

Sumber Inspirasi

Sejarah berupaya merekam aktivitas manusia pada masa silam. Pengetahuan dan cita-cita masa lampau dapat menjadi sumber inspirasi dalam rangka menumbuhkan cita-cita masa depan. George Macaulay Travelyan berpendapat bahwa di dalam pendidikan dan usaha menumbuhkan cita-cita masa kini dan han esok, pengetahuan tentang cita-cita masa lampau merupakan sumber ilham yang penting.

Sarana Rekreatif

Sejarah dalam bentuk kisah seringkali menjadi sumber bacaan yang mengasyikkan karena merupakan kisah nvata yang menarik dengan gaya bahasa yang memikat. Karya sejarah yang demikian dapat menghibur karena dapat menumbuhkan suasana hati yang menyenangkan. Karya-karya sejarah yang menarik ditulis dengan gaya sastra seperti Hulubalang Raja, Surapati, dan La Hami, karya Nur Sutan Iskandar yang diterbitkan oleh Balai Pustaka. Demikian juga pengalaman Paramita Jayadiningrat di Malang selatan di tengah gerilyawan dan pengungsi sebagai paramedis yang cukup mengharukan. Karya lain seperti surat-surat sastrawan Iwan Simatupang yang merekam keadaan masvarakat pertengahan tahun 1960-an dengan narasi bernuansa sejarah prolog G 30 S 1965.

Sumber Pustaka: Yudhistira