Contoh Kejahatan Yang Sesuai Dengan UU Pengadilan HAM

Diposting pada
Contoh Kejahatan Yang Sesuai Dengan UU Pengadilan HAM
Rate this post

Contoh Kejahatan Yang Sesuai Dengan UU Pengadilan HAM

Yang dimaksud dengan kejahatan terhadap kemanusiaan sesuai dengan Pasal 9 UU yang sama adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dan serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara Iangsung terhadap penduduk sipil, berupa:
  1. Pembunuhan;
  2. Pemusnahan;
  3. Perbudakan;
  4. Pengusiran dan pemindahan penduduk secara paksa;
  5. Perampasan kemerdekaan atau perampokan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional;
  6. Penyiksaan;
  7. Perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, pemaksaan kehamilan, pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara;
  8. Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras, kebangsaan etnis, budaya, agama, jenis kelamin menurut hukum internasional;
  9. Penghilangan orang secara paksa;
  10. Kejahatan apartheid.
Berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia yang ada saat ini, sebagian telah diproses di pengadilan dan mendapat hukuman yang sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
Namun demikian, dalam perjalanan sejarah bangsa, masih terdapat kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang perlu mendapat perhatian besar dan berbagai kalangan, seperti: kasus Tanjung Priok (1984), kasus terbunuhnya Marsinah (1994), kasus Trisakti (1998), peristiwa Kerusuhan Mei 1998, dan Timor-Timur (1999).
Dan contoh-contoh tersebut, beberapa kasus pelanggaran HAM, sampai saat ini masih dalam proses pengadilan dan belum diputuskan perkaranya, disebabkan beberapa alasan, antara lain
  • Tidak memiliki bukti awal yang memadai;
  • Materi pengaduan bukan masalah pelanggaran hak asasi manusia;
  • Minimnya saksi, sehingga tidak dapat dijadikan bukti yang memadai;
  • Pengaduan diajukan dengan itikad buruk atau ternyata tidak ada kesungguhan dan pengadu;
  • Terdapat upaya hukum lain yang Iebih efektif bagi penyelesaian materi pengaduan.
Sumber Pustaka: Ganeca Exact